Senin, 27 Mei 2013

THE GREEN "GOAT FARMMING"

Assalamualaikum Wr.Wb, selamat siang sobat-sobatku semua. Kali ini saya akan berbagi sedikit kisah arsitektur saya yang ada kaitannya dengan dunia peternakan. Ini sebenarnya pengalaman ekperimental saya pribadi yang merasa gerah melihat kebon belakang rumah ortu saya di banyuwangi jawa timur, yah sekitar 21x24 m2 yang bisa dikatakan nganggur dan kurang produktif. Akhirnya munculah ide-ide kecil untuk membuatnya lebih bernilai dan menghasilkan sesuatu dan bahkan bermanfaat untuk lingkungan sekitar kami di sana. Dengan berbekal kebiasaan berarsitektur saya ubahlah areal kecil tersebut menjadi sebuah "Goat Farmming" alias bahasa kerennya "Kandang Wedus" yang dikelola dan di tata secara organik.
Konsepnya adalah "Green Goat Farmming" untuk mencapai bisnis yang sustainable dengan poin-poin langkah berikut ini :
a. Unit kandang dibuat dengan sistem panggung agar kelembaban dan sirkulasi udara tetap lancar sehingga kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan ternak tetap terjaga.
b. Aplikasi sistem pemisahan kotoran ternak (kambing/domba) antara yang padat dan cair melalui alat dan instalasi lengkap dengan bak-bak penampungannya. Untuk mendukung poin b ini area di bawah panggung kita buat berplester dengan kemiringan + 2-4% dengan penggunaan jaring-jaring di bagian atasnya untuk memisahkan kotoran padat (srintil) dari yang cair (urin). Dengan sistem ini dijamin dapat meminimalisir bau-bau yang muncul akibat percampuran kedua kotoran tadi.
c. Mengolah hasil-hasil limbah kotoran kambing/ domba menjadi barang yang bernilai guna, yaitu dengan mengolahnya menjadi pupuk organik padat dan cair.
d. Mengingat peternakan adalah salah satu penyumbang terbesar untuk "global warmming", maka harus diseimbangkan dengan pemakaian pagar tanaman (organik) seperti teresede, waribang, dll, maupun sistem tumpang sari dengan menanam tanama-tanaman produktif seperti pohon durian, mangga, kelengkeng, sirsat, sawo, dll. Tujuan poin ini adalah untuk semakin memaksimalkan kebutuhan pakan ternak (hijau-hijauan) selain rumput sekaligus juga untuk menambah penghasilan lain dari buah-buahan yang terpanen nantinya. Bisa juga aplikasi tanaman obat dan tanaman pengusir nyamuk seperti lavender misalnya, sehingga zona ternak aman dari gangguan nyamuk dengan meminimalisir semprotan zat-zat kimia berbahaya. Di satu sisi keuntungan pagar organik adalah jauh lebih murah dan tidak membebani site secara permanen.
e. Provokasi pembuatan cluster-cluster goat farmming serupa sehingga mampu mewujudkan kemandirian bisnis masyarakat pedesaan secara terpadu diimbangi dengan penyuluhan secara kontinyu dari pihak-pihak terkait. Sehingga secara mezo mampu mengarah terwujudnya konsepsi Agro-Farmming And Resort Village yang dapat mengangkat citra Banyuwangi dalam konteks makronya. Wuiiidiiihhhh dalem-dalem hihihihi.....kan yang besar-besar biasanya bermula dari impuls-impuls impian yang kecil-kecil kan.

Jelasin konsep udah nah yuk kita liat ide-ide sketsa desain peternakannya berikut ini !!!.....






Dan wal hasil saya pun betah berlama-lama di peternakan saya ketika liburan atau pulang ke banyuwangi bersama istri dan anak-anak saya. Satu hikmah juga, ini dapat menjadi wahana saya untuk mengenalkan dan menumbuhkan jiwa anak-anak untuk menyayangi binatang khususnya kambing/domba. Lha bagaimana tidak tiap ke sini anak saya yang masih 4 tahunan pasti minta digendong dan dia pegang rumput terus dikasihkan ke ternaknya. Dan semakin diulang-ulang anak saya semakin kegirangan sedangkan otot-otot lengan saya kian ngilu, hehehe, but its ok dan  menyenangkan kok sobats. Yap segini dulu kisah eksperimental saya di dunia peternakan semoga mampu memberikan impuls tambahan ide untuk sobat-sobat semua......Salam organik selalu dari saya Sigit Wijiono, Ph.D (Pancen Haneh-haneh Desaine).....See Yahhh.






2 komentar:

  1. Inspiratif pak sigit,klo blh tau detail ukurn desain kandangny itu ukuranny brp y?mngingat mnurut bapa td ukurn lahannya kan 21x24m, jd pngen nyocokin dgn lahan yg saya punya,apa mngkn bisa dbikin sperti goat farmnya pak sigit...he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, terimakasih banyak sdh mampir ke blog saya pak drew,....maaf beru sempat nulis balasannya nih....untuk kandang sya desain dengan modul 15mx6m, dengan pola grid struktur 3mx3m, jadi jika lebar lahan 21m, maka dengan plot planjang unit kandang yang 15 meteran maka akan diperoleh sisa sirkulasi di sisi kanan dan kiri site sekitar 2,5m (bersih) sebagai akses pengelola peternakan.....demikian semoga dapat membantu ya.....tq

      Hapus