Selasa, 25 September 2012

CONTEMPORARY MOSQUE

Siapa bilang kemegahan sebuah masjid harus selalu ditampilkan dengan ornamen-ornamen yang detil, rumit dan berat bahkan dengan bentukan-bentukan yang masif dan monoton. Justru dengan konsep tersebut beberapa orang malah menterjemahkannya sebagai masjid yang angker karena kurangnya pencahayaan sehingga interiornya cenderung gelap .....hehehe lho masjid kok angker, ya whatever lah yang jelas komentar ini real dan saya mendengarkannya secara langsung. Di sisi lain juga ternyata justru ada beberapa orang tidak setuju dengan konsep yang mengatakan bahwa masjid yang tertutup akan menjamin kepastian soal kekhusukan saat sholat.

Jumat, 07 September 2012

PAGAR ORGANIK

Hehehe, salam arsi buat sobat-sobatku semua !!!. Kali ini saya menulis tentang "Pagar Organik", ilustrasinya pagar bambu dengan tanaman dalam wadah dari kaleng/ botol plastik bekas . Jangan kaget ya ini hanya istilah saya saja untuk menamai konsep pagar pekarangan atau pagar bangunan agar sejalan dengan konsep Eko-arsitektur. Adapun konsepnya merujuk pada penggunaan material alam yang lebih ramah lingkungan seperti kayu, bambu, dll baik baru maupun bekas konstruksi yang dimanfaatkan kembali. Sehingga tidak semata-mata menggunakan material-material berat yang hanya membebani site. Selain itu aplikasi tanaman pada objek pagar bisa dikatakan sebagai satu identitas yang kuat sebagai "Pagar Aktif" yang ramah lingkungan. Untuk itulah saya menamainya sebagai "Pagar Organik". 

Kamis, 06 September 2012

PEMANFAATAN KEMBALI KALENG SUSU BEKAS UNTUK FURNITURE

Kali ini saya ingin mengajak temen-temen siapapun untuk positive thinking terhadap berbagai barang-barang bekas (tidak terpakai lagi) di sekitar kita, walaupun ini bukanlah isu baru lagi. Sebagai contoh kemarin saat saya iseng  masuk gudang di rumah, saya melihat kumpulan kaleng susu bekas si kecilku Zidan yang dibiarkan begitu saja dalam karung dan membuat gudang semakin sesak saja. Kemudian saya berfikir agar Zidan tidak terlalu aktif bermain sendiri, maka saya mengotak-atik agar sekiranya kaleng-kaleng tersebut dapat digunakan kembali.