Jumat, 07 September 2012

PAGAR ORGANIK

Hehehe, salam arsi buat sobat-sobatku semua !!!. Kali ini saya menulis tentang "Pagar Organik", ilustrasinya pagar bambu dengan tanaman dalam wadah dari kaleng/ botol plastik bekas . Jangan kaget ya ini hanya istilah saya saja untuk menamai konsep pagar pekarangan atau pagar bangunan agar sejalan dengan konsep Eko-arsitektur. Adapun konsepnya merujuk pada penggunaan material alam yang lebih ramah lingkungan seperti kayu, bambu, dll baik baru maupun bekas konstruksi yang dimanfaatkan kembali. Sehingga tidak semata-mata menggunakan material-material berat yang hanya membebani site. Selain itu aplikasi tanaman pada objek pagar bisa dikatakan sebagai satu identitas yang kuat sebagai "Pagar Aktif" yang ramah lingkungan. Untuk itulah saya menamainya sebagai "Pagar Organik". 

Kamis, 06 September 2012

PEMANFAATAN KEMBALI KALENG SUSU BEKAS UNTUK FURNITURE

Kali ini saya ingin mengajak temen-temen siapapun untuk positive thinking terhadap berbagai barang-barang bekas (tidak terpakai lagi) di sekitar kita, walaupun ini bukanlah isu baru lagi. Sebagai contoh kemarin saat saya iseng  masuk gudang di rumah, saya melihat kumpulan kaleng susu bekas si kecilku Zidan yang dibiarkan begitu saja dalam karung dan membuat gudang semakin sesak saja. Kemudian saya berfikir agar Zidan tidak terlalu aktif bermain sendiri, maka saya mengotak-atik agar sekiranya kaleng-kaleng tersebut dapat digunakan kembali.

Jumat, 18 Mei 2012

INOVASI DESAIN GARDU JAGA DENGAN MODUL 2 METERAN

Proyek  : DED Gardu Jaga Rt 05B/55 Rw 02, Proyek Percontohan
Lokasi  : Karangwaru, Jogjakarta
Tahun   : 2010
Arsitek : Sigit Wijiono, Ph.D (Ph.D ada singkatannya lho untuk saya, hehehe nanti anda akan tahu)
Data Bangunan : Luas Gardu Jaga 8 m2

Proyek ini merupakan proyek percontohan mengingat keberadaannya yang strategis baik secara perencanaan maupun secara konteks lingkungannya. Dan sebenarnya saya sangat terinfluen dengan apa yang telah saya kerjakan saat saya kuliah kerja nyata di daerah imogiri yang saat itu terlanda bencana gempa bumi beberapa waktu silam. Saat itu saya dan teman-teman arsitek yang lain berhasil membuatkan rumah seorang ibu yang rumahnya telah roboh akibat gempa yang ada. Rumahnya saya buat dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan konstruksi (kayu) yang sebelumnya telah kami inventarisasi dan kami gunakan kembali sebagai bahan konstruksi dengan membuat modul efektif yang memungkinkan yaitu 2-3 meteran.